Registrasi UNY

hari itu tepat pengumuman snmptn 2011. Sebenarnya aku santai-santai daripada teman-temanku dan aku melihat pengumuman itu belakangan. karena memang jurusan yang aku pilih cukup mudah di tembuys.

akhirnya Tuhan menjawab segala kegundahan hatiku untuk bisa kuliah. tentu untuk kuliah ini bukan hal yang mudah seperti menyusu pada oerang tua dan merengek-rengek untuk di kuliahkan. tapi aku harus berjuang untuk mendapatkan pengajaran ini.

alhasil setelah aku ditrima di kampus biru UNY ini aku menyiapkan uang untuk mebayar di bank BNI,
makanya pagi-pagi tuh aku pergi ke atm BCA buat ambil uang sejumlah tujuh juta delapan ratus ribu rupiah. setelah aku masuhkkan nominak itu di atm BCA, ternyata di tolak, akhirnya aku hanya mengembil uang sejumlah 2 juta lima ratus di atm. dan aku harus ngebut ke BANK BCA buat ambil uang tunai, secara uangnya kurang 5 jutaan.

alhasil aku ngebut tuh dari kota gede ke jalan deket jogja tronik, eh disitu ada bca, itu juga sebabnya BCA di jogja lum banyak jadi merpotkan aku saja untuk ambil uang.
alhasil sampai di BCA aku bicara ma kasirnya, "mbak saya tadi ambil tunai di atm 7 juta tidak bisa cuma bisa dua jutaan sekarang saya mau ambil uang lima jta bisa?"
kasir,"oh bisa pak, silahkan. mohon kartu rekening dan tabungannya!'

ku serahkan tuh kartuku dengan cepat-cepat karena memang aku terburu-buru buat bayar uang ke bni.akhirnya aku dapatkan uangku sejumlah tujuh juta delapan ratus ribu rupiah.

kemudian aku bergegas lagi ke kotagede untuk ke bank bni, haduh muter muter ni pagi padahal baru jam 9 pagi. setelah aku ambil nomer antrian sekitar 10an lah aku ngantri sebentar n dipanggil.

"mbak mau bayar uny!''
kasirnya,"oh maaf pak, uny belum online dengan bank kami. mungkin baru di nbank pusat karena ada trouble.mohon langsung ke bank pusat di dekat uny ya pak!"

akhirnya aku bergegas tuh ke bank bni uny, dengan kecepatan 60 km/jam, lumayan ngebut lah buat jalur jogja yang padat.

setelah sampai bank bni uny,
aku terkejut-kejut tuh bank bni berjejal seperti antrian beras,

AStagfirllahhalzim

kemudian akhirnya aku cuma masuk bentar buat ngecek n patah semangat.dan aku memutar otak buat nyari bni lain, alhasil aku memilih bni saphir.

udah tak kebut lagi tuh motor shogunku yang memang tangguh tiada tara.

alhasil setelah sampai bni, ada bapak-bapak ,"mau bayar kuliah ya mas?'
aku."iya pak."
oh sekarang juga lagi eror mas sini.

waduh sudah 3 bni aku datangi pagi ini,
akhirnya aku balik arah menuju galeria dengan otak kosong, mau k bni mana lagi ini,,
kemudian aku tidak sadar memutar motor galeria ke utara lewat mirota tuh terus belok ke utara dan disitu ada bank bni ugm.

berhenti dah aku disitu dan aku ambil tiket.

dan ternyata Allah memberiku tiket nomer 324, padahal sekarang baru panggilan nomer 100.
bisa dibayangin berapa lama aku harus nunggu padahal kita tahu tadi bahwa bni buat kampus uny lagi eror jaringannya

ya melihat riuhnya customer di tempat duduk. Pertama aku berdiri selagi main mata mencari tempat duduk kosong. Yah daripada berdiri kayak mau beli tiket saja. Setelah ebberapa waktu, ada tempat duduk kosong. Eh keputusanku benar memilih duduk, karena tempat duduknya benar-benar empuk heheheh. Setelah melamun menunggu panggilan yang masih 200 orang lagi. Jika dihitung setiap orang memakai 1 menit maka akan menghabiskan 200 menit dan itu 3 jam lebih 20 menit. haruskah aku bilang wau wau wau heheheh. Eh tiba-tiba datang seorang yang tidak aku kenal. Sepertinya dia sudah membayar. Kata beliau"Nomor antrian berapa mas?".Dengan muka lesu aku harus menjawab,"Saya nomor 324 mas(t_t)!". Seketika beliau mengulurkan tangannya,"Ini mas, pakai nomor ini saja. Saya sudah kok!"

Seperti mendapat air di antara padang gurun ( cring cring cring). Aku membuka kertas antrian itu dan nomor yang diberikan adalah nomor 220. Subehanallah sekali aku telah menggugurkan 104 nomor dalam sedetik dengan uluran tangan orang yang tidak aku kenal. Setelah merenung-merenung sambil melihat nomor antrian yang baru dipanggil tertera 120. Waduh masih ada 100 nomor lagi, ya tadi sedikit bersykur sudah dimajukan tapi tetap saja kalau menunggu 100 antrian lagi ya 1 jam harus aku luangkan untuk menantinya.

Kemudian aku menengok ke belakang, eh aku melihat teman sma ku, namanya anang dan Adin. Sapaku,"apa kabar ni?". Jawabnya,"baik-baik."

Sambil bercerita dimana aku ditrima dan dimana dia di trima. Tepatnya anang di PGSD penjas uny dan Adin di P.T.Otomotif. Kemudian Adin, mengeluarkan dompetnya. Mukanya agak resah, membuka amplop coklat.

Aku kira amplop itu uang.

Kemudian tangannya dengan legit menghitung uang-uang merah itu. Dan dimasukkan lagi kemudian dihitung lagi. Kemudian Adin bertanya," Kamu nomor berapa Gung?". Jwabku setengah lesu," Aku nomor 220, masih lama wah!". Kemudian tangannya mengambil butiran kertas di sakunya. Katanya'" Tukeran nomor yok, nomorku 170, uangku kurang ini. Mau balik dulu. Aku pakai nomormu!"

Jreng jreng jreng seperti mendapat anugerah yang kedua aku mendapat nomor dari orang lain lagi. Dan setelah aku melongok ke Teller ternyata sudah nomor 140, aku tinggal menunggu 30

bersambung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Memaafkan

kalut

Kuliah di National Tsing Hua University, Taiwan