the inspirational person
di tahun ini, senuah perjalan yang berbeda lagi dengan 2011. setelah tergopoh-gopoh melanjutkan kuliah dari tempat kerja yang kurang kondusif di tahun 2011 lalu. babak baru petualangan seorang renosilius agung, memasuki kisah baru. ketika itu, memang setelah ospek ingin sekali masuk di kamasetra tetapi karena suatu hal yang krusial akhirnya keinginan itu pupus. akhirnya tak tahu kenapa langkah ini melaju dan terus melaju di dunia baru ini.
ski, ski
bukan sekedar bermain seluncur di atas salju. tetapi petualangan ini terkesan anteng tetapi bikin dek dek an. etah tidak terasa kiranya dulu ikut satelit karena tidak sengaja. mungkin hanya untuk mengisi waktu dan pelampiasan saja. tetapi dengan bertambahnya waktu, tak tahu kenapa aku selalu datang ke forum orbital itu. itu cukup aneh, diriku yang bersikap antipati pada kekerasan antar agama ini masuk dalam lingkup yang dirasa cukup ideologis. tetap saja pengalaman kekristenan bukan hal yang bisa dilupakan. tetapi itulah kisah yang harus agung jalani.
seperti dalam surat Yunus ayat 99, "jika Allah menghendaki seluruh muka bumi beriman maka beriman lah semua". Tetapi Allah itu indah, seperti kutipan tadi pagi di kajian luar biasa yang membuat ku terperangat, oleh Awan Abdullah, "Allah itu Maha Adil". Keadilannya tak seperti manusia, yang mata ganti mata, gigi ganti gigi. Tapi jikaAllah, apa yang kita berikan pada-Nya maka akan diganti dengan kelipatannya.
Tentu sebut saja pengalaman kebaktian yang saya alami, itu adalah pengalaman yang tidak semua orang bisa alami dan Tak boleh dicontoh. Ya memang agung mempunya jalan pikiran sendiri tentang sebuah arti agama.
Tidak akan beriman dari umat yang lain, meski kita berteriak-teriak bahwa Tuhan itu satu, Tuhan itu Esa, Tuhan itu tak beranak, Than itu meiliki wujud yang tak boleh digambarkan.
Karena sebau agama itu datangnya dari percaya, bukan semata-mata dipikir. meskipun bukan berarti segala sesuatu yang dipercaya tidak boleh dilogika. Tapi agama yang ada itu datangnya dari hati, kebanyakan orang akan tenang dengan kepercayaan mereka sendiri akan hadirnya Tuhan. Seperti hadirnya Allah di hidupku bukan hanya dengan kemewahan harta, otak jenius, orang tua yang lengkap atau pun hidup yang nyaman. Tapi Allah datang padaku dengan senyumnya yang tulus meski aku berdosa. Aku percaya, apa yang telah terjadi, aku bersyukur apa yang telah terjadi,"InsyaAllah semua langkah ini akan berlabuh pada dermaga yang tepat. Karena Allah maha pemberi hidayah"
kembali lagi di kehidupan baruku di kampus, setelah tiga bulan menjalani apa itu haska, tentu itu bukan hal yang spesial. arena memang tak ada yang bisa aku ikuti kecuali haska. haska selalu memberiku waktu untuk telat, haska memberiku waktu untuk sakit, haska memberi waktu untuk belajar, haska memberiku waktu untuk diam, haska memberiku waktu utnuk sedikit marah, haska memberiku waktu untuk tersenyum sinis, haska memberiku waktu untuk menangis, haska memberiku waktu untuk berubah, haska memberiku waktu untuk kasihan, haska memberiku waktu untuk empati, haska memberiku waktu untuk menggunjing, haska memberiku waktu untuk revisi, haska memberiku waktu untuk terpaksa, haska meberiku waktu untuk perubahana, haska memberiku waktu untuk motivasi, haska memberiku waktu untuk diam lagi, haska memberiku waktu untuk trenyuh, haska meberiku waktu untuk sedikit tertawa, haska memberiku waktu untuk dikasihi, haska memberiku waktu untuk menyayangi, haska memberiku waktu untuk toleransi, haska memberiku waktu tentang perbedaan, haska memberiku waktu untuk sedikit dendam, haska memberiku waktu untuk renovasi, haska memebriku waktu untuk memaafkan, haska memberiku waktu untuk bersujud, haska memberiku orang-orang yang senantiasa tersenyum, haska memberiku waktu untuk orang-orang yang membuatku menagis, haska memberiku waktu untuk makna hidup, haska memberiku waktu untuk sedikit sabar, haska meberiku waktu untuk sakit lagi, haska meberiku waktu untuk sembuh, haska memberiku waktu oarng-oang yang menginspirasi.
sebenarnya masih banyak lagi waktu-waktu yang bisa diceritakan, tetapi akulah yang sdikit diam dan banyak biacara ini akan menceritakan "haska memberiku waktu untuk mengenal orang-orang yang berwajah malaikat, yang hatinya berbinar-binar, yang darahnya tak pernah leleh, yang suaranya renyah seperti ayam goreng, yang sentuahnnya itu membuatku merinding, yang panggilannya itu membuatku kangen, yang perilakunya membuatku iri, yang tutr katanya berbeda denganku, yang pakaiannya berbeda sangat denganku, yang kehidupannya sangat berbeda denganku, yang rahasianya juga berbeda denganku, karena aku begitu melankolis, karena aku begitu kecil, karena aku punya cahaya yang redup... hemmm sinarnya yang membuatku aku iri, sinarnya yang kadang menyilaukanku, yang sinarnya selalu mejadi sumber-sumber sinarku.
karena aku bulan yang redup, karna aku bulan yang gerhana, karena aku bulan yang sabit, karena aku bulan yang sedikit meberi cahaya.
karena aku adalah panci kosong yang berkarat.
katanya"jika kita berkehendak, meski panci yang berkarat tetapi bisa diisi"
karena aku begitu pikun dengan orang-orang itu. karena setan terlalu dekat, hingga aku tidak bisa melihat malaikat-malaikat itu, yang tutur katanya renyah seperti ayam goreng .
aku tahu kehidupan ini belum berhenti, tetapi orang-orang itu membuat waktuku sedikit terhenti. memang umur berkurang, tetapi serasa hidup di"pause" untuk memperbaiki.
masih saja merasa kenapa kaki itu mau melangkah kesitu, masih saja bingung kenapa masih mau mengegas motor buat datang ke syuro, kenapa maasih saja mau membuabg-buang bensin. karena Allah yang meberi dan mengatur. karena Allah berada di luar jangkauan otak, karena Allah lebih dekat daripada setan, karena Allah terlalu sayang padaku.
em kembali lagi pada orang-orang yang inspirational tadi, yang tak pernah kulihat bibirnya mengecut, yang tak pernah menangis kecuali waktu salat :( yang tak pernah bercerita meski sakit sangat. yang jarang memikirkan dompet padahal ga punya uang. yang kadang sok punya uang meski ga punya uang. yang kadang menjajikan sesuatu yang belum punya. karena mereka percaya dan begitu hebat.
emm
kadang hati ini terus bertanya lagi, malaikat seperti apa yang ada di atas pundaknya, malaikat seperti apa yang menyertai jilbabnya, malaikat apa yang selalu menyapu hatinya, malaikat seperti apa yang menutup kulitnya, malaikat seperti apa yang menarik bibirnya, malaikat seperti apa yang mebinar-binarkan matanya.
masih tetap saja bingung apakah jalan ini, tentu saja jalan telah kulalui. sedikit terjal, banyak marah, banyak menahan amarah, banyak takut,banyak murung, banyak sendiri, kadang puyeng. tetapi jalan tetap saja berjalan, meski kaki ini diam, Allah memberkiu sayap hingga tubuh ini tetap berpindah.
seperti teko yang berisi air penuh
yang akan dituang seluruh ke dalam cangkir, tentu pikiran kita akan tumpah
tetapi mereka menggunakan hukum fisika, mereka memampatkan airnya hingga satu volume dengan cangkir. dan akhirnya boooom meletus tanpa ada bekasnya.
tapi anehnya aku tak melihat letusannya, hanya saja kerut dahinya sedikit biru, kantung matanya sedikit hitam, kakinya sedikit pingsan, dan hidungnya selalu pilek.
maaf, belum bisa memanage jadwal
tidak ada kata untuk berdiam diri dan mengeatakan tidak tetapi iya iya dan iya
hanya saja aku selalu menentang
ideologi yang begitu sulit
mengalahkan ego pribadiku
akhirnya harus menemukan ideologi baru
"wajib memberi usul, dan wajib untuk bersiap hati jika ditolak"
karena Allah maha Adil, dan keadilannya terlalu baik.
hidup harus berjalan lagi, menemukan seorang malaikat yang parasnya seperti bayi, yang tingkahnya membuat iri. emm
memang ada yang diciptakan seperti itu.. karena mereka begitu spesial, karena mereka begitu mengisnpirasi hinga aku hanya terbelangah melihat keajaiban.
aku jadi terbangun dengan dosa-dosaku ini, aku selalu menjadikan dunia di mataku, hingga aku harus terbangun untuk menjadikan dunia untuk orang lain. aku harus dipaksa peduli, hingga aku benar-benar peduli. dunia ini begitu aneh, ada ya orang seperti itu
em sungguh spesial.
aku masih saja tak mau melangkah dan selalu mamuji ketika melihat senyumannya yang renyah seperti ayam goreng. aku berasa lapar
aku sedikit duduk dan banyak biacara, badan terasa gatal.lantai itu begitu dingin hingga aku harus beralas jaketku, hingga koin yang disaku berpindah ke lengan. karena aku begitu sibukl, karena aku begitu sakit, karena aku bigini begitu.
aku harus menjadikan dunia dimata orang lain, bukan semata-mata aku menjadi bintang, bukan semata-mata aku menjadi matahari, bukan sekedar bersinar dan menyinari, tetapi menjadi sinaran yang menerima sinar dan menyalurkan sinar. yang begitu agung dan begitu purnama
dunia memang sdikit aneh
memberkiu orang-orang yang mengisnpirasi, membuatku sedikit iri. karena aku harus berubah menjadi lebih baik lagi.
kadang mau melanjutkan apa saja waktu yang telah diberikan haska, tetapi tak cukup jika harus menceritakan satu-persatu.... cukup bertemu dua malaikat saja yang aku ceritakan. karena mereka begitu mengisnpirasi karena mereka begitu lucu, karena mereka meberiku makna, karena mereka sangat spesial, karena merena begitu spesial.
me
ski, ski
bukan sekedar bermain seluncur di atas salju. tetapi petualangan ini terkesan anteng tetapi bikin dek dek an. etah tidak terasa kiranya dulu ikut satelit karena tidak sengaja. mungkin hanya untuk mengisi waktu dan pelampiasan saja. tetapi dengan bertambahnya waktu, tak tahu kenapa aku selalu datang ke forum orbital itu. itu cukup aneh, diriku yang bersikap antipati pada kekerasan antar agama ini masuk dalam lingkup yang dirasa cukup ideologis. tetap saja pengalaman kekristenan bukan hal yang bisa dilupakan. tetapi itulah kisah yang harus agung jalani.
seperti dalam surat Yunus ayat 99, "jika Allah menghendaki seluruh muka bumi beriman maka beriman lah semua". Tetapi Allah itu indah, seperti kutipan tadi pagi di kajian luar biasa yang membuat ku terperangat, oleh Awan Abdullah, "Allah itu Maha Adil". Keadilannya tak seperti manusia, yang mata ganti mata, gigi ganti gigi. Tapi jikaAllah, apa yang kita berikan pada-Nya maka akan diganti dengan kelipatannya.
Tentu sebut saja pengalaman kebaktian yang saya alami, itu adalah pengalaman yang tidak semua orang bisa alami dan Tak boleh dicontoh. Ya memang agung mempunya jalan pikiran sendiri tentang sebuah arti agama.
Tidak akan beriman dari umat yang lain, meski kita berteriak-teriak bahwa Tuhan itu satu, Tuhan itu Esa, Tuhan itu tak beranak, Than itu meiliki wujud yang tak boleh digambarkan.
Karena sebau agama itu datangnya dari percaya, bukan semata-mata dipikir. meskipun bukan berarti segala sesuatu yang dipercaya tidak boleh dilogika. Tapi agama yang ada itu datangnya dari hati, kebanyakan orang akan tenang dengan kepercayaan mereka sendiri akan hadirnya Tuhan. Seperti hadirnya Allah di hidupku bukan hanya dengan kemewahan harta, otak jenius, orang tua yang lengkap atau pun hidup yang nyaman. Tapi Allah datang padaku dengan senyumnya yang tulus meski aku berdosa. Aku percaya, apa yang telah terjadi, aku bersyukur apa yang telah terjadi,"InsyaAllah semua langkah ini akan berlabuh pada dermaga yang tepat. Karena Allah maha pemberi hidayah"
kembali lagi di kehidupan baruku di kampus, setelah tiga bulan menjalani apa itu haska, tentu itu bukan hal yang spesial. arena memang tak ada yang bisa aku ikuti kecuali haska. haska selalu memberiku waktu untuk telat, haska memberiku waktu untuk sakit, haska memberi waktu untuk belajar, haska memberiku waktu untuk diam, haska memberiku waktu utnuk sedikit marah, haska memberiku waktu untuk tersenyum sinis, haska memberiku waktu untuk menangis, haska memberiku waktu untuk berubah, haska memberiku waktu untuk kasihan, haska memberiku waktu untuk empati, haska memberiku waktu untuk menggunjing, haska memberiku waktu untuk revisi, haska memberiku waktu untuk terpaksa, haska meberiku waktu untuk perubahana, haska memberiku waktu untuk motivasi, haska memberiku waktu untuk diam lagi, haska memberiku waktu untuk trenyuh, haska meberiku waktu untuk sedikit tertawa, haska memberiku waktu untuk dikasihi, haska memberiku waktu untuk menyayangi, haska memberiku waktu untuk toleransi, haska memberiku waktu tentang perbedaan, haska memberiku waktu untuk sedikit dendam, haska memberiku waktu untuk renovasi, haska memebriku waktu untuk memaafkan, haska memberiku waktu untuk bersujud, haska memberiku orang-orang yang senantiasa tersenyum, haska memberiku waktu untuk orang-orang yang membuatku menagis, haska memberiku waktu untuk makna hidup, haska memberiku waktu untuk sedikit sabar, haska meberiku waktu untuk sakit lagi, haska meberiku waktu untuk sembuh, haska memberiku waktu oarng-oang yang menginspirasi.
sebenarnya masih banyak lagi waktu-waktu yang bisa diceritakan, tetapi akulah yang sdikit diam dan banyak biacara ini akan menceritakan "haska memberiku waktu untuk mengenal orang-orang yang berwajah malaikat, yang hatinya berbinar-binar, yang darahnya tak pernah leleh, yang suaranya renyah seperti ayam goreng, yang sentuahnnya itu membuatku merinding, yang panggilannya itu membuatku kangen, yang perilakunya membuatku iri, yang tutr katanya berbeda denganku, yang pakaiannya berbeda sangat denganku, yang kehidupannya sangat berbeda denganku, yang rahasianya juga berbeda denganku, karena aku begitu melankolis, karena aku begitu kecil, karena aku punya cahaya yang redup... hemmm sinarnya yang membuatku aku iri, sinarnya yang kadang menyilaukanku, yang sinarnya selalu mejadi sumber-sumber sinarku.
karena aku bulan yang redup, karna aku bulan yang gerhana, karena aku bulan yang sabit, karena aku bulan yang sedikit meberi cahaya.
karena aku adalah panci kosong yang berkarat.
katanya"jika kita berkehendak, meski panci yang berkarat tetapi bisa diisi"
karena aku begitu pikun dengan orang-orang itu. karena setan terlalu dekat, hingga aku tidak bisa melihat malaikat-malaikat itu, yang tutur katanya renyah seperti ayam goreng .
aku tahu kehidupan ini belum berhenti, tetapi orang-orang itu membuat waktuku sedikit terhenti. memang umur berkurang, tetapi serasa hidup di"pause" untuk memperbaiki.
masih saja merasa kenapa kaki itu mau melangkah kesitu, masih saja bingung kenapa masih mau mengegas motor buat datang ke syuro, kenapa maasih saja mau membuabg-buang bensin. karena Allah yang meberi dan mengatur. karena Allah berada di luar jangkauan otak, karena Allah lebih dekat daripada setan, karena Allah terlalu sayang padaku.
em kembali lagi pada orang-orang yang inspirational tadi, yang tak pernah kulihat bibirnya mengecut, yang tak pernah menangis kecuali waktu salat :( yang tak pernah bercerita meski sakit sangat. yang jarang memikirkan dompet padahal ga punya uang. yang kadang sok punya uang meski ga punya uang. yang kadang menjajikan sesuatu yang belum punya. karena mereka percaya dan begitu hebat.
emm
kadang hati ini terus bertanya lagi, malaikat seperti apa yang ada di atas pundaknya, malaikat seperti apa yang menyertai jilbabnya, malaikat apa yang selalu menyapu hatinya, malaikat seperti apa yang menutup kulitnya, malaikat seperti apa yang menarik bibirnya, malaikat seperti apa yang mebinar-binarkan matanya.
masih tetap saja bingung apakah jalan ini, tentu saja jalan telah kulalui. sedikit terjal, banyak marah, banyak menahan amarah, banyak takut,banyak murung, banyak sendiri, kadang puyeng. tetapi jalan tetap saja berjalan, meski kaki ini diam, Allah memberkiu sayap hingga tubuh ini tetap berpindah.
seperti teko yang berisi air penuh
yang akan dituang seluruh ke dalam cangkir, tentu pikiran kita akan tumpah
tetapi mereka menggunakan hukum fisika, mereka memampatkan airnya hingga satu volume dengan cangkir. dan akhirnya boooom meletus tanpa ada bekasnya.
tapi anehnya aku tak melihat letusannya, hanya saja kerut dahinya sedikit biru, kantung matanya sedikit hitam, kakinya sedikit pingsan, dan hidungnya selalu pilek.
maaf, belum bisa memanage jadwal
tidak ada kata untuk berdiam diri dan mengeatakan tidak tetapi iya iya dan iya
hanya saja aku selalu menentang
ideologi yang begitu sulit
mengalahkan ego pribadiku
akhirnya harus menemukan ideologi baru
"wajib memberi usul, dan wajib untuk bersiap hati jika ditolak"
karena Allah maha Adil, dan keadilannya terlalu baik.
hidup harus berjalan lagi, menemukan seorang malaikat yang parasnya seperti bayi, yang tingkahnya membuat iri. emm
memang ada yang diciptakan seperti itu.. karena mereka begitu spesial, karena mereka begitu mengisnpirasi hinga aku hanya terbelangah melihat keajaiban.
aku jadi terbangun dengan dosa-dosaku ini, aku selalu menjadikan dunia di mataku, hingga aku harus terbangun untuk menjadikan dunia untuk orang lain. aku harus dipaksa peduli, hingga aku benar-benar peduli. dunia ini begitu aneh, ada ya orang seperti itu
em sungguh spesial.
aku masih saja tak mau melangkah dan selalu mamuji ketika melihat senyumannya yang renyah seperti ayam goreng. aku berasa lapar
aku sedikit duduk dan banyak biacara, badan terasa gatal.lantai itu begitu dingin hingga aku harus beralas jaketku, hingga koin yang disaku berpindah ke lengan. karena aku begitu sibukl, karena aku begitu sakit, karena aku bigini begitu.
aku harus menjadikan dunia dimata orang lain, bukan semata-mata aku menjadi bintang, bukan semata-mata aku menjadi matahari, bukan sekedar bersinar dan menyinari, tetapi menjadi sinaran yang menerima sinar dan menyalurkan sinar. yang begitu agung dan begitu purnama
dunia memang sdikit aneh
memberkiu orang-orang yang mengisnpirasi, membuatku sedikit iri. karena aku harus berubah menjadi lebih baik lagi.
kadang mau melanjutkan apa saja waktu yang telah diberikan haska, tetapi tak cukup jika harus menceritakan satu-persatu.... cukup bertemu dua malaikat saja yang aku ceritakan. karena mereka begitu mengisnpirasi karena mereka begitu lucu, karena mereka meberiku makna, karena mereka sangat spesial, karena merena begitu spesial.
me
Komentar
Posting Komentar