malaikat itu juga ada di ospek 2011
di tahun 2011, tepatnya bulan agustus tanggal 1, ospek fmipa hari pertama siap meluncur. sudah sekitar pukl 5 pagi, wajah-wajah polos itu berjejalan di gebang mipa. padahal ini hari pertama puasa, sungguh semangat mereka luar biasa. tak lupa pemanduku , #mas anas, sms kami, "jangan telat ya adik2ku"
tapi bukan itu yang di anggap malaikat :), mas anas punya tempat sendiri. sekarang tentang malaikat yang rela jatuh di pelataran GOR.
Tentu sudah pada tahu, ospek hari pertama adalah ospek uni, semua fakultas dituang jadi satu. sungguh jejal sekali.
sedikit sekilas oleh kerabat ku,"hati-hati lho, jangan banyak ulah apalagi di depan mas mbak yang pakai baju hitam-hitam!"
jawabku polos,"baju hitam-hitama apa to mas? saya kok ga mudeng."
beliau menjawab,"liat saja besok!"
hemmm memang benar, jika melihat temen2 seperjuangan di beda fakultas, ---... mungkin sistem waktu yang perlu dibenahi, agar perjalanan mereka tidak segitu seramnya tapi... berbeda dengan kami yang di mipa :)
kami jalan dengan anggun dan mantap. mungkin karena letak mipa yang cukup dekat dengan GOR juga, jadi tidak terburu-buru.
eits... mungkin bukan itu juga saja...
memang ospek mipa ini saya anggap "memanusiakan manusia" , bukan dengan membentak bukan dengan kekerasan, tapi dengan kehormatan :) #good good
ya hal yang mebuat saya haru biru dari kepanitian yang digawangi mas avi ini, yang saya bangakan bukan dengan "insiden" itu tapi, juga bukan saat tangis-tangisan inagurasi...
ada sisi lain yang saya dapatkan di ospek hari pertama ini.
tepat di utara gor, kami parkir sebentar menunggu jatah masuk GOR. tiba-tiba ada seorang putri memanggil seorang pemandu, saya tak mengenal siapa dia dan mbak siapa itu.
tapi kelihatannya agak gusar, dan saya tertarik menguping..
maba putri itu,"mbak, mbak minta tolong!"
dengan sigap pemandu itu datang,"ada apa dik ?" #wajahnya tulus, #saya kira beliau bukan pemandu maba putri itu
kemudian maba itu menengok pada sepatunya, dan berkata,"mbak, alas sepatu saya lepas, gmana ya mbak?"
raut mukanya agak gelisah, karena memang alas karetnya memang sudah lepas dua-duanya, kalau berjalan sedikit terseret
pemandu itu cukup sigap menurut saya, dan dengan tulus juga dia langsung mencari solusi
"bagaimana kalau didouble tip dulu dik?untuk sementara"
menurut saya mbak itu cukp cerdas, karena memang sepatu putri itu teplek, jadi bisa didouble tip.
dan yang saya heran, doubletip itu ada sebelum satu menit#Allah sudah menyiapkannya terlebih dahulu :)dan yang mebuat saya heran lagi, bukan diberikan double tipnya untuk maba putri itu
tapi pemandu itu cepat-cepat melepaskan sepatu maba itu, dan yang membetulakn sepatu itu pemandu :)em so sweet, meski jika dilihat sepatu itu cukup usang dan tidak bersih
tapi pemandu itu kayaknya tulus dan tidak merasa jijik sama sekali #super menurut saya
benar-benar tulus
mungkin cerita ini bagi orang lain cuma biasa saja, tapi jika melihat raut muka-raut muka maba dan pemandu mipa itu sangaaaaaat tulus :)dan pasti mak jleb jleb kalau di tkp :Datau saya yang sedikit lebai saja.. tapi buat saya, dengan aura ospek yang menakutkan hal seperti ini itu sungguhh "subenallah sekali"
Semangat Menulis Dek,,,
BalasHapuswalaupunhanya setitik tinta... memberi inspirasi tuk orang lain itu indah....
insyaAllah tetap semangat menulis mbak :)
BalasHapus