Segurat Cerita Menunggu di BBTKLPP : Tentang Rindu Perjalanan ke Bandung Bersama Laboratorium Terpadu
Kemarin, grup Laboratorium Terpadu mencoba mengambil hasil uji di BBTKLPP. Tetapi, tempat ini yang bejubel dengan banyaknya pelanggan membuat kami tak mampu menantinya dan memutuskan kembali ke UII. Setelah kupikir-pikir, tempat ini letaknya tak jauh dari rumahku, hati berdecit sebaiknya menawarkan diri untuk kuambilkan saja di pagi hari sambil berangkat bekerja. Dengan beberapa pedoman dan petunjuk dari Mbak Ida dan Mbak Erika aku bawa lembar order untuk kucoba ambil sendiri.
Jam delapan lebih dua puluh aku tiba di BBTKLPP, terlihat masih sepi hanya terdapat satu pelanggan. Antrian yang kudapatkan adalah angka satu. Sesaat aku duduk langsung dipanggil. Setelah kuserahkan lembar order dan kartu antrian, ternyata beberapa file perlu diedit. Kurang tahu bagian mana, karena aku memang belum begitu paham pengujian kimia. Alhasil, sudah setengah jam menanti, dan kuputuskan untuk menulis.
Tulisan kali ini tentang perjalanan kami di Bandung. Kalau tidak salah tahun 2016 di akhir tahun. Pada dasarnya perjalanan ini tak memiliki keistemewaan, hanya saja, ini perjalanan pertama kami berempat bersama-sama. Ya, aku, Mbak Erika, Mbak Ida dan Mas Yusuf.
Perjalanan kami bertujuan untuk menghadiri pelatihan kalibrasi. Kami memang ingin sekali menginisiasi laboratorium Kalibrasi di UII. Meski terjadi kekecewaan kecil, karena materi yang kami harapkan belum cukup sesuai. Mungkin karena keterbatasan waktu.
Di sisi lain, perjalanan ini menjadi penghibur secara pribadi buatku. Beberapa waktu lama, lamaranku pada seseorang belum diterima. Padahal ingin sekali segera menikah. Kusimpan perasaan ini sendiri, hingga saat ini akhirnya aku telah menikah. Penantian yang cukup panjang untuk menikah.
Tak terasa, sudah lebih dari dua tahun waktu berlalu. Dan sekarang aku sudah mengundurkan diri dari UII. Entah kapan kami bisa belajar bersama lagi.
Tak dipungkiri, bersama di UII selama lebih dari tiga tahun menyimpan banyak kenangan bersama rekan-rekan hebatku ini. Entah kapan, sebuah perjalanan sederhana ini akan memunculkan kenangan dan kerinduan di masa depan. Kehidupan harus tetap berjalan. Kewajiban harus tetap dilaksanakan. Entah dimana aku akan mengabdi.
Komentar
Posting Komentar