Surat Untuk Istriku 2
Sudah mendekati setahun berada di negara Taiwan. Sungguh peluang yang sangat menakjubkan. Lebih-lebih, masuk dalam universitas dengan rangking yang tinggi di negara ini. Seringkali, orang-orang mengatakan bahwa universitas terbaik nomor dua setelah NTU. Memilih universitas ini pun dulu tiba-tiba. Pemrosesan pendaftaran hingga VISA saya kategorikan sangat cepat. Menjalani perkuliahan yang hampir separuh waktu, tentu aku bisa menilai betapa sulitnya mengikuti perkembangan belajar di sini. Tapi sebenarnya karena aku memilih kursus-kursus yang cukup sulit. Lagi-lagi, penilaian di sini selalu menggunakan sistem distribusi nilai. Iklim belajar adalah iklim kompetitif. Belajar master harusnya tak coba-coba, apalagi kalau belum tahu apa-apa. Lebih-lebih kalau belajar master hanya untuk menjinakkan hasrat di jiwa. Perlu persiapan yang matang dan modal yang cukup kuat agar tidak tetinggal jauh. Hingga akhir-akhir ini, masih saja sering mendapat nilai sekitar enam. Dan...