Segurat Cerita Menunggu di Senen : Perjuangan VISA

Penghujung waktu sudah mulai menyentuh ujuang 2018. Hari yang telah ditunggu-tunggu. Sebagai awardee LPDP yang harus menanti bepuluh-puluh purnama sejaka akhir 2017 untuk segera mengejar mimpi.

Dua puluh dua desember tepatnya, surat perpindahan universitas dikabulkan oleh pihak LPDP. Yang semula ingin ke Malaysia saja, ternyata sedikit membuang waktu karena harus menunggu pertengahan 2019. Akhirnya, dengan diskusi sebelum tidur dengan Anita, istri tercintaku, memutuskan bahwa sebaiknya berpindah ke Taiwan. Dengan banyak pertimbangan waktu dan kualitas.

Tak bersantai-santai, langsung ingin mengurus VISA dan legalisir ijazah ke Kantor Dagang Taiwan di Jakarta. Hal pertama yang dilakukan adalah mengecek rekening tabungan, ternyata sungguh sangat menipis. Akhirnya aku bertanya pada Anita,"Uang mas hanya cukup untuk membuat VISA dan perangkatnya, maaf mas tiga bulan kedepan tidak bisa mencukupi kewajiban!" Dengan pertimbangan investasi, tentu Anita merelakannya.

Keberangkatan ke Jakarta di Minggu pertama adalah mengurus legalisasi ijazah. Sebelum ke kantor dagang Taiwan, ijazah harus dilegalisasi oleh kementerian hukum dan HAM SERTA Kementerian Luar Negeri. Dari pengalaman ini, bisa dikatakan pelayanan dari bagian legalisasi kedua kementerian cukup cepat yaitu dua hari untuk masing-masing kementerian. Semua sudah melalui online. Kedua kementerian terhitung murah.

Berbeda cerita dengan legalisasi di Kantor Dagang Taiwan. Cukup memakan waktu, yaitu tiga hari. Selain itu, untuk proses kilat, jadi dalam waktu tiga hari.

Selepas jadi di hari ketiga, dokumen langsung dikirimkan melalui POS. Dengan perhitungan waktu, dokumen aku kirimkan melalui kantor POS Jakarta Pusat. Hal ini tentu tidak dipungkiri jika dikirim dari Yogyakarta akan ada waktu tunggu kembali.

Perjalanan di Minggu kedua adalah proses apply VISA. Akan tetapi, dengan kutangnya ilmu harus kembali pulang karena harus menyertakan Letter of Acceptance asli yang dikirim dari Taiwan. Mungkin karena jenis pengirimannya biasa, surat ini sampai lebih dari tujuh hari. Dan setelah dilacak, surat berhenti di kantor Pos Wates. Dengan gerak cepat, surat aku ambil sendiri ke kantor Pos.

Perjalanan di minggu ketiga adalah percobaan apply VISA kedua. Dengan data lengkap, VISA jadi dalam waktu tiga hari. Di proses ini, setelah aku cek data VISA, foto di VISA tertukar dengan mas yang lebih ganteng. Meski begitu, aku harus revisi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Memaafkan

kalut

Kuliah di National Tsing Hua University, Taiwan