Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Ibu, Aku ingin menikah

Ibu, Aku ingin menikah oleh Agung Purnomo Bismillah. Tulisan ini hanya sebagai pelentur pikiran yang seyogyanya otak ini sedang dipaksa untuk mengejar ketertinggalan bahasa untuk melengkapi amanah kepada negara. Tulisan ini insyaAllah adalah sebuah manifestasi pandangan, penglihatan, diskusi, dan proses panjang selama satu tahun ini memaknai sebuah keinginan menikah. Tulisan ini jauh dari benar dan hanya termotivasi untuk menyampaikan hal baik dari sisi sendiri. Menilik dua tahun lalu, dengan geregetnya pengajian ustad Salim Afillah, Ustad Cahyadi, Ustad Fauzil Adhim yang begitu menggugah naga dalam hati untuk menikah. Sebelumnya, bertargetan ingin membina karir dan merencanakan menikah antara umur 28 hingga 30 tahun. Sebagai anak kecil yang dididik di lingkungan konvensional, seorang pemuda dihadapkan pada fenomena menjadi hebat dulu hingga mapan. Orang tua senantiasa memotivasiku untuk membuat rumah dahulu, secara tidak sadar, keinginan beliau menjadi target yang berjejer di p...

Segurat Cerita Menunggu di BBTKLPP : Tentang Rindu Perjalanan ke Bandung Bersama Laboratorium Terpadu

Kemarin, grup Laboratorium Terpadu mencoba mengambil hasil uji di BBTKLPP. Tetapi, tempat ini yang bejubel dengan banyaknya pelanggan membuat kami tak mampu menantinya dan memutuskan kembali ke UII. Setelah kupikir-pikir, tempat ini letaknya tak jauh dari rumahku, hati berdecit sebaiknya menawarkan diri untuk kuambilkan saja di pagi hari sambil berangkat bekerja. Dengan beberapa pedoman dan petunjuk dari Mbak Ida dan Mbak Erika aku bawa lembar order untuk kucoba ambil sendiri. Jam delapan lebih dua puluh aku tiba di BBTKLPP, terlihat masih sepi hanya terdapat satu pelanggan. Antrian yang kudapatkan adalah angka satu. Sesaat aku duduk langsung dipanggil. Setelah kuserahkan lembar order dan kartu antrian, ternyata beberapa file perlu diedit. Kurang tahu bagian mana, karena aku memang belum begitu paham pengujian kimia. Alhasil, sudah setengah jam menanti, dan kuputuskan untuk menulis. Tulisan kali ini tentang perjalanan kami di Bandung. Kalau tidak salah tahun 2016 di akhir tahun. Pada...

Segurat Cerita Menunggu di Senen : Perjuangan VISA

Penghujung waktu sudah mulai menyentuh ujuang 2018. Hari yang telah ditunggu-tunggu. Sebagai awardee LPDP yang harus menanti bepuluh-puluh purnama sejaka akhir 2017 untuk segera mengejar mimpi. Dua puluh dua desember tepatnya, surat perpindahan universitas dikabulkan oleh pihak LPDP. Yang semula ingin ke Malaysia saja, ternyata sedikit membuang waktu karena harus menunggu pertengahan 2019. Akhirnya, dengan diskusi sebelum tidur dengan Anita, istri tercintaku, memutuskan bahwa sebaiknya berpindah ke Taiwan. Dengan banyak pertimbangan waktu dan kualitas. Tak bersantai-santai, langsung ingin mengurus VISA dan legalisir ijazah ke Kantor Dagang Taiwan di Jakarta. Hal pertama yang dilakukan adalah mengecek rekening tabungan, ternyata sungguh sangat menipis. Akhirnya aku bertanya pada Anita,"Uang mas hanya cukup untuk membuat VISA dan perangkatnya, maaf mas tiga bulan kedepan tidak bisa mencukupi kewajiban!" Dengan pertimbangan investasi, tentu Anita merelakannya. Keberangkata...